Senin, 24 Oktober 2011

Fulcanelli, Ahli Kimia Misterius

Fulcanelli adalah nama samaran hampir pasti diasumsikan, selama awal abad 20, oleh seorang alkemis Prancis dan penulis esoteris, yang identitasnya masih didebatkan.Nama Fulcanelli tampaknya menjadi permainan kata-kata:"Vulcan" Romawi kuno "dewa api" ditambah El, sebuah nama Kanaan untuk Tuhan dan sehingga daya tarik api.Kemunculan Fulcanelli sebagai fenomena budaya adalah karena sebagian misteri sebagian besar aspek kehidupan dan bekerja; salah satu anekdot yang berkaitan dengan menceritakan kembali hidupnya, khususnya, bagaimana dia dan Eugène Canseliet muridnya melakukan transmutasi sukses 100 gram timah menjadi emas di laboratorium gas karya Sarcelles di perusahaan Georgi dengan menggunakan sejumlah kecil dari "Powder of Projection" diberikan kepadanya oleh gurunya, di hadapan Julien Champagne dan Gaston Sauvage.


Kehidupan


Fulcanelli tidak diragukan lagi seorang berkebangsaan Prancis, sangat berpendidikan, dan belajar dalam bidang pengetahuan alkimia, arsitektur, seni, ilmu pengetahuan, dan bahasaFulcanelli menulis dua buku yang diterbitkan setelah menghilang pada tahun 1926, telah meninggalkan opusnya pada siswa satu-satunya, Eugène Canseliet. Le Mysteredes Cathedrales edisi pertama terdiri dari 300 eksemplar dan telah diterbitkan oleh Jean Schemit di 52 Rue Laffitte,Paris, Prancis.
Teori tentang Fulcanelli berspekulasi bahwa ia adalah salah satu atau lain okultis Perancis yang terkenal waktu itu : mungkin anggota keluarga kerajaan (Valois), atau anggota lain dari Freres d'Heliopolis Persaudaraan Heliopolis, sebuah masyarakat yang berpusat di sekitar Fulcanelli termasuk Eugène Canseliet, Jean-JulienChampagne dan Jules Boucher). Patrick Rivière, seorang mahasiswa Canseliet, percaya bahwa identitas sejati Fulcanelli adalah Jules Violle, fisikawan Perancis yang terkenal Dalam buku 1996, contoh tulisan oleh Jean-Julien Hubert Champagne (lahir 23 Januari 1877) dan Fulcanelli dibandingkan,. dan menunjukkan kesamaan yang cukup besar Dalam hal apapun, pada tahun 1916,Fulcanelli telah menerima Canseliet, yang kemudian hanya enam belas tahun, sebagai mahasiswa pertama.. Pada 1921ia menerima anak-anak Ferdinand de Lesseps sebagai mahasiswa dan pada 1922, dua mahasiswa lagi, Jules Boucher dan Gaston Sauvage. Pada 1925, Fulcanelli pindah ke 59 Rochechouart rue mana dia diduga berhasil mentransmutasikan logam dasar menjadi emas.
Pada tahun 1960, dengan penerbitan buku terlaris internasional Pagi para Penyihir, Pauwels dan Bergier mempopulerkan misteri Master Alchemist. Lalu Fulcanelli menghilang pada tahun 1926 dan sampai sekarang masih merupakan misteri.

Sabtu, 28 Mei 2011

Pengertian Lantanida

Lantanida adalah kelompok unsur kimia yang terdiri dari 15 unsur, mulai lantanum (La) sampai lutetium (Lu) pada tabel periodik, dengan nomor atom 57 sampai 71. Kofigurasi electron sub kulit terluar dari lantanida adalah 4f1-14, 5s25p2, 6s2. Semua lantanida, kecuali lutetium, adalah unsur blok-f yang berarti bahwa elektronnya terisi sampai orbit 4f. Golongan ini diberi nama berdasarkan lantanum.

Daftar Elemen Lantanida
  1. Lantanum
  2. Cerium
  3. Praseodymium
  4. Neodymium
  5. Promethium 
  6. Samarium
  7. Europium
  8. Gadolinium

Pengertian Aktinida

aktinida meliputi 15 unsur kimia dengan nomor atom 89-103, aktinium sampai lawrensium. Dalam oksidasi +3, unsur-unsur ini mirip actinium. Dalam oksidasi +4 mirip torium. Kemiripan tertentu juga pada deret aktinida dengan lantanida dalam spectrum atom dan magnet. unsur actinium 9Z = 89) dan torium (Z-90) masing-masing mempunyai 1 dan 2 elektron 6d, sedangkan radium (Z=88) tidak. Unsur yang pertama kali mempunyai electron 5 f adlah protactinium.


Daftar Elemen Aktinida

  1. actinium
  2. torium
  3. protactinium
  4. uranium
  5. neptunium
  6. plutonium
  7. amerisium
  8. kurium
  9. berkelium
  10. kalifornium
  11. einsteinium
  12. fermium
  13. mendelevium
  14. nobelium
  15. lawrensium

Senin, 21 Maret 2011

Pengertian


Definisi bom atom adalah senjata pembinasa yang berenergi sangat dahsyat dari hasil pembelahan inti (nuclear fission) dalam waktu kurang dari 1/100.000 detik, pada bom atom yang meledak terjadi pembelahan inti berantai dengan energy yang sangat besar. Bom atom pertama diledakkkan di Alamo Gardo, New Mexico pada tanggal 16 Juli 1945. Beberapa minggku kemudian (6 Agustus 1945) dijatuhkan bom atom di Hiroshima dengan memakai bahan uranium 235. Tiga hari kemudian, dijatuhkan bom atom di Nagasaki dengan bahan Plutonium 239. Di kedua tempat ini bom atom telah membinasakan 100.000 orang lebih.



Contoh Bom Atom


Uji Coba Bom Trinity



Ledakan Bom Atom Little Boy di Hiroshima



Ledakan Bom Atom Fat man di Nagasaki






[nuclear_explosions_02.jpg]


[nuclear_explosions_03.jpg]

Selasa, 01 Maret 2011

Biokimia adalah ilmu yang mempelajari proses kimia dalam organisme hidup. Biokimia mengatur semua organisme hidup dan proses hidup. Dengan mengontrol arus informasi melalui sinyal biokimia dan aliran energi kimia melalui metabolisme, proses biokimia menimbulkan fenomena yang tampaknya magis kehidupan. Sebagian besar berkaitan biokimia dengan struktur dan fungsi komponen seluler seperti protein, karbohidrat, lipid, asam nukleat, dan biomolekul lainnya meskipun semakin proses, bukan molekul individu fokus utama. Selama 40 tahun terakhir biokimia telah menjadi begitu sukses dalam menjelaskan proses hidup yang sekarang hampir semua bidang ilmu kehidupan dari botani untuk obat yang terlibat dalam penelitian biokimia. Hari ini fokus utama biokimia murni adalah memahami bagaimana molekul biologis menimbulkan proses-proses yang terjadi dalam sel-sel hidup yang pada gilirannya sangat berhubungan dengan studi dan pemahaman seluruh organisme.

Di antara sejumlah besar biomolekul yang berbeda, banyak yang kompleks dan molekul besar (polimer disebut), yang terdiri dari subunit berulang serupa (disebut monomer). Setiap kelas biomolecule polimer memiliki seperangkat jenis subunit yang berbeda. [1] Sebagai contoh, protein merupakan polimer subunit yang dipilih dari satu set 20 atau lebih asam amino. Biokimia studi sifat kimia dari molekul hayati yang penting, seperti protein, dan khususnya reaksi kimia enzim-katalis.




Manfaat


1. Dapat membantu memecahkan masalah tentang gizi - gizi.
2. Sebagai obat - obat untuk berbagai penyakit.
3. Mengetahui berbagai fungsi komponen - komponen seluler.
4. Menjadi komponen / bahan penting dalam pengetahuan tentang lingkungan hidup.

Sel Galvani
Sel Galvani (sel Volta) adalah sel elektrokimia yang dapat menyebabkan terjadinya energi listrik dari suatu reaksi redoks yang spontan.
- Katode merupakan kutub positif dan anode merupakan kutub negatif. Contoh penggunaan baterai dan aki.
- Penemuan bahwa reaksi kimia dapat menghasilkan energi listrik oleh Alesandro Volta berdasarkan eksperimen Luigi Galvani.
- Sel Volta mempunyai elektrode logam yang dicelupkan ke dalam larutan garamnya.
Prinsip kerja :
- Terdiri atas elektroda dan elektrolit yang dihubungkan dengan sebuah jembatan garam.
- Pada anoda terjadi reaksi oksidasi,bermuatan negatif dan pada katoda terjadi reaksi reduksi, bermuatan positif.
- Arus elektron mengalir dari katoda ke anoda.
- Arus listrik mengalir dari katoda ke anoda.
- Adanya jembatan garam untuk menyetimbangkan ion-ion dalam larutan.
- Terjadi perubahan energi: energi kimia menjadi energi listrik.
Sel galvani terdiri dari beberapa bagian ;
1.Voltmeter, untuk menentukan besarnya potensial sel.
2.Jembatan garam (salt bridge), untuk menjaga kenetralan muatan listrik pada larutan (NaNO3, KCl, KNO3, dll)
3.Anoda, elektroda negatif, tempat terjadinya reaksi oksidasi. Pada Gambar zing electrode (Zn/seng).
4. Katoda, elektroda positif, tempat terjadinya reaksi reduksi. Pada gambar copper electrode (Cu/tembaga).
1 Pada anoda, logam Zn melepaskan elektron dan menjadi Zn2+ yang larut.
Zn(s) Zn2+(aq) + 2é
2 Pada katoda, ion Cu2+ menangkap elektron dan mengendap menjadi logam Cu.
Cu2+(aq) + 2é Cu(s)
3 Hal ini dapat diketahui dari berkurangnya massa logam Zn setelah reaksi, sedangkan massa logam Cu bertambah.
4 Reaksi total yang terjadi pada sel galvani:
Zn(s) + Cu2+(aq) Zn2+(aq) + Cu(s)
Notasi sel :Zn | Zn2+ || Cu2+ | Cu

Katoda

Katoda berasal dari bahasa Yunani yaitu hodos yang brearti jalan. Katoda merupakan elektroda negatif. Kutub negatif. Dalam elektrolis, katoda merupakan elektroda dengan potensial negatif terhadap anoda. Dalamm berbagai sistem elektrik, misalnya tabung lucutan dan piranti elektrik padat, katoda adalah ujung akhir electron masuk dalam sistem. 
Katoda merupakan kutub negatif dari sel elektroli. Pada baterai biasa (Baterai Karbon-Seng), yang menjadi kutub katoda biasanya adalah logamseng, yang juga sering menjadi pembungkus dari kotak baterai tersebut. Sedangkan, pada bateraialkalin, yang menjadi katoda adalah logam mangan dioksida (MnO2).Secara umum katoda adalah elektroda dalam suatu tabung elektronyang terhubung dengan terminal negatif catu. Pada tabung elektron ( electron tube ) katoda adalah sumber elektron-elektron untuk aliran elektron utama didalamnya. Pada tabung lucutan kilap ( glow-discharge tube ) katodanya bersuhu rendah sehingga elektron-elektron disitu dibebaskan melalui pemboman dengan ion-ion positif berat.
Dalam fotosel ( photo-cell ) elektron-elektron dibebaskan dari katoda melalui rangsangan dari cahaya yang menumbuknya. Bagaimanapun, pada kebanyakan tabung elektron, agar membebaskan elektron-elektronnya katoda harus dipanasi dan karena itu dibuat dalam bentukfilamen yang dipanasi langsung oleh aliran arus listrik yang melaluinya, atau bila tidak demikian, katoda harus dipanasi secara tak langsung.

Anoda

Anoda adalah elektroda, bisa berupa logam maupun penghantar listrik lain, pada sel elektrokimia yang terpolarisasi jika arus listrik mengalir ke dalamnya. Arus listrik mengalir berlawanan dengan arah pergerakan elektron. Pada proses elektrokimia, baik sel galvanik (baterai) maupun sel elektrolisis, anoda mengalami oksidasi.
Perlu diperhatikan bahwa tidak selalu anion (ion yang bermuatan negatif) bergerak menuju anoda, ataupun tidak selalu kation (ion bermuatan positif) akan bergerak menjauhi anoda. Pergerakan anion maupun kation menuju atau menjauh dari anoda tergantung dari jenis sel elektrokimianya.
§  Pada sel galvanik atau pembangkit listrik (baterai), anoda adalah kutub negatif. Elektroda akan melepaskan elektron menuju ke sirkuit dan karenanya arus listrik mengalir ke dalam elektroda ini dan menjadikannya anoda dan berkutub negatif. Dalam sel galvanik, reaksi oksidasi terjadi secara spontan. Karena terus menerus melepaskan elektron anoda cenderung menjadi bermuatan positif dan menarik anion dari larutan (elektrolit) serta menjauhkan kation. Dalam contoh gambar diagram anoda seng (Zn) di kanan, anion adalah SO4-2, kation adalah Zn2+ dan ZnSO4 elektrolit.
§  Pada sel elektrolisis, anoda adalah elektroda positif. Arus listrik dari kutub positif sumber tegangan listrik luar (GGL) dialirkan ke elektroda sehingga memaksa elektroda teroksidasi dan melepaskan elektron.

 Ion

Ion adalah atom atau sekumpulan atom yang bermuatan listrik. Ion bermuatan negatif, yang menangkap satu atau lebih elektron, disebut anion, karena dia tertarik menuju anoda. Ion bermuatan positif, yang kehilangan satu atau lebih elektron, disebut kation, karena tertarik ke katoda. Proses pembentukan ion disebut ionisasi. Atom atau kelompok atom yang terionisasi ditandai dengan tikatas n+ atau n-, di mana n adalah jumlah elektron yang hilang atau diperoleh.

Senin, 07 Februari 2011

Sejarah Sinar - X




Tahun 1895, Roentgen, seorang profesor fisika dan rektor Universitas Wuerzburg di Jerman dengan sungguh-sungguh  melakukan penelitian tabung sinar katoda. Ia membungkus tabung dengan suatu kertas  hitam agar tidak terjadi kebocoran fotoluminesensi dari dalam tabung ke luar.
Lalu ia membuat ruang penelitian menjadi gelap. Pada saat membangkitkan sinar katoda,  ia mengamati sesuatu yang di luar dugaan. Pelat fotoluminesensi yang ada di atas meja  mulai berpendar di dalam kegelapan. Walaupun dijauhkan dari tabung, pelat tersebut tetap  berpendar. Dijauhkan sampai lebih 1 m dari tabung, pelat masih tetap berpendar. Roentgen  berpikir pasti ada jenis radiasi baru yang belum diketahui terjadi di dalam tabung sinar  katoda dan membuat pelat fotoluminesensi berpendar. Radiasi ini disebut sinar-X yang  maksudnya adalah radiasi yang belum diketahui.
Tahun 1895 itu Roentgen sendirian melakukan penelitian sinar-X dan meneliti sifat-sifatnya.  Pada tahun itu juga Roentgen mempublikasikan laporan penelitiannya. Berikut ini adalah  sifat-sifat sinar-X:
1. Sinar-X dipancarkan dari tempat yang paling kuat tersinari oleh sinar katoda.
2. Intensitas cahaya yang dihasilkan pelat fotoluminesensi, berbanding terbalik dengan  kuadrat jarak antara titik terjadinya sinar-X dengan pelat fotoluminesensi. Meskipun pelat  dijauhkan sekitar 2 m, cahaya masih dapat terdeteksi.
3. Sinar-X dapat menembus buku 1000 halaman tetapi hampir seluruhnya terserap oleh  timbal setebal 1,5 mm.
4. Pelat fotografi sensitif terhadap sinar-X.
5. Ketika tangan terpapari sinar-X di atas pelat fotografi, maka akan tergambar foto tulang  tersebut pada pelat fotografi.Skema peralatan ditampilkan pada Gambar 2. Foto tulang  tangan yang diambil pada saat itu ditampilkan pada Gambar 3.
6. Lintasan sinar-X tidak dibelokkan oleh medan magnet (daya tembus dan lintasan yang  tidak terbelokkan oleh medan magnet merupakan sifat yang membuat sinar-X berbeda  dengan sinar katoda).

Laporan pertama Roentgen mengenai sinar-X dimuat pada halaman 132-141 laporan  Asosiasi Fisika Medik Wuerzburg tahun 1895. Di awal tahun 1896 reprint laporan Roentgen  dikirimkan kepada ilmuwan-ilmuwan terkenal. Karena tidak dibelokkan oleh medan magnet,  maka orang tahu bahwa sinar-X berbeda dengan sinar katoda. Pada saat itu belum  ditemukan fenomena interferensi dan difraksi. Karena itu muncullah persaingan antara teori  partikel dengan teori gelombang untuk menjelaskan esensi/substansi sinar-X. Teori partikel  dikemukakan antara lain oleh W.H. Bragg, teori gelombang dikemukakan antara lain oleh  Stokes dan C.G. Barkla. Sejak saat itu teori gelombang didukung oleh lebih banyak orang.  Pada tahun 1912, fenomena difraksi sinar-X oleh kristal ditemukan oleh Max von Laue dan  kemudian dapat dipastikan bahwa sinar-X adalah gelombang elektromagnetik. Tahun 1922  Compton menemukan efek Compton berdasarkan penelitian hamburan Compton.  Berdasarkan penelitian sinar-X ia dapat memastikan bahwa gelombang elektromagnetik  memiliki sifat dualisme gelombang dan materi (partikel).